Pages

Friday, April 6, 2012

Struktur Organisasi Geografi


Seperti manusia yang memiliki organisasi kemasyarakatan, geografi juga mempunyai struktur ”organisasi” geografi yang bertujuan untuk memudahkan dalam  menganalisis suatu masalah yang dihadapi. Struktur organisasi geografi disusun sebagai berikut :

Struktur organisasi geografi.
(Sumber: Kuswanto, 2004)

a.  Fakta Geografi: kejadian nyata. Contoh: Gempa bumi di Sumatera Barat, tabrakan KRL di Bogor, wafatnya proklamator negara Republik Indonesia.
b.  Distribusi ruang: di mana kejadian itu terjadi.
c.  Skala peta: dapat dihitung jaraknya dari rumah Anda atau kota Anda ke kota tempat kejadian.
d.  Asosiasi areal: hubungan antartempat yang memungkinkan wilayah formal.
e. Wilayah formal: wilayah yang ditandai dengan asosiasi areal yang ditandai dengan alam fisik (gunung dan sebagainya), biotik (hutan, sawah, kebun), dan sosial (masyarakat, RT, RW).
f.  Interaksi ruang: adanya hubungan antara satu fakta dengan fakta yang lain dalam satu ruang/tempat. Dengan hubungan timbal balik biasanya  akan timbul fakta baru.  Contoh: Interaksi antara gempa dan gelombang mengakibatkan bencana baru yang lebih hebat yang disebut tsunami.
g. Wilayah fungsional: wilayah-wilayah penting yang sangat erat kaitannya dengan objek kejadian. Misalnya terjadinya gempa tsunami di Jepang wilayah yang paling penting adalah kota Kyoto.

Sumber : Geografi : untuk SMA/ MA Kelas X / penyusun, Dibyo Soegimo,  Ruswanto; editor, Ayang Susatya, Sugeng Raharjo ; illustrator, Nashirudin.  Jakarta : Pusat Perbukuan,  Departemen Pendidikan Nasional, 2009.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.